-->

Analisa Sistem Drainase Universitas Riau

Diposkan oleh Fian Syauqi on Sabtu, 21 Juli 2012

Survei dilakukan di sepanjang Jalan Prof.Dr.Mukhtar Lutfi yang berada di lingkungan Universitas Riau

peta lokasi survey drainase ur
Peta Lokasi Survey


1. Analisa Saluran Drainase Eksisting

Panjang jalan dari jalan SM.Amin (gerbang Unri) menuju Rektorat UR sekitar1.4 kilometer,  sepanjang  jalan ini telah dibangun saluran drainase yang berguna untuk mengalirkan limpasan  ke waduk. Kondisi eksisting dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

kondisi eksisting drainase ur
Kondisi Eksisting

Di sepanjang saluran ditemukan tanaman yang sudah tumbuh, ada yang berisi tanah timbunan hasil penggalian dan banyak juga terdapat beberapa bagian dari saluran drainase yang sudah roboh. Hal ini menunjukkan bahwa perawatan dan pemeliharaan drainase yang kurang baik. Akan tetapi, di beberapa bagian drainase tersebut terdapat pula saluran yang terawat dan terpelihara dengan baik. Di sepanjang saluran drainase Jalan Prof. Dr.Mukhtar Luthfi ditemukan 3 inlet yang berasal dari  Komp.Rusunawa (Rumah Susun Mahasiswa), Main Stadion, dan Stadion Mini Universitas Riau.

Kondisi drainase yang lebih tinggi dari pada permukaan jalan kemugkinan besar terjadi karena pembangunan drainase yang tidak sesuai dengan perencanaan drainase,dimana kondisi eksisting elevasi muka tanah perencanaan tidak sesuai dengan kondisi eksisting tanah di lapangan. Sehingga, limpasan air hujan dari badan jalan tidak dapat masuk kesaluran drainase.

Di beberapa tempat drainase terputus, sehingga air limpasan langsung mengalir ke lahan. Hal ini terlihat digambar berikut :


drainase terputus
Drainase terputus

Pada umumnya jalan tidak tergenang air di saat hujan, karena badan jalan lebih tinggi elevasinya dibandingkan dengan lahan yang terdapat di samping kanan dan kiri jalan. Hal ini dapat dilihat pada gambar berikut ini:

permukaan jalan
Permukaan Jalan

2. Analisa Alur / Pola Aliran Eksisting
Pola aliran air terbagi kedua arah, yang pertama menuju ke kolam retensi di depan rektorat UNRI dan aliran lainnya menuju ke drainase Jalan SM Amin.

3. Analisa Pembuangan Akhir Saluran Drainase
Air buangan dari saluran drainase disalurkan menuju kolam retensi yang  berada di depan gedung rektorat dan kedua parit yang terbentuk secara alami. 
Di sekitar jembatan butterfly tidak ditemukan saluran drainase, karena air limpasan hujan langsung dialirkan kekolam retensi yang berada di bawah jembatan butterfly dan yang berada di depan Rektorat.
Ditemukan dua parit besar yang menjadi akhir pembuangan limpasan air hujan, sehingga di sepanjang jalan Prof.Dr.MukhtarLutfi, sebagian air dari saluran drainase mengalir ke parit dan kolam retensi di dekat jembatan butterfly dan satu lagi mengalir kesaluran drainase Jalan SM Amin.

4. Bangunan Pendukung
Bangunan pendukung yang terdapat di sepanjang saluran drainase Jalan Prof. Dr. Mukhtar Luthfi adalah Gorong-gorong dan Box Culvert. Box culvert ditemukan di dua jembatan yang dilintasi parit besar dan box culvert di jembatan butterfly. Sedangkan gorong-gorong ditemukan di depan gedung fakultas hukum, sebelum jembatan butterfly, di depan stadion mini, dan di depan rumah susun mahasiswa UR.

bangunan pendukung box culvert gorong-gorong
Box Culvert dan Gorong-gorong

Sehingga, dengan adanya Box culvert dan gorong – gorong maka air akan tetap mengalir walaupun diatasnya terdapat perkerasan jalan.

     Perencanaan Saluran Drainase
Langkah–langkah yang perlu dilakukan untuk merencanakan saluran drainase suatu daerah, antara lain sbb:
1.     Data curah hujan selama beberapa tahun dari stasiun pencatat curah hujan.
2.     Analisa Data:
a.   Screening test
Data yang hilang, klasifikasi data, dan data yang berada di luar range
b.   Penentuan series data
1. Data maksimum tahunan (maximum annual series).
2. Data parsial (partial annual series)
c.   Analisa frekuensi dengan kala ulang 2, 5, 10 tahun dst.
1. Distribusi Normal
2. Distribusi Log Normal
3. Distribusi Gumbel
4. Distribusi Log Pearson III           
d.  Ujikecocokan (Chi-kuadratdan Smirnov-Kolmogorov) Cuadrat Smirnov - Kolmogorov
3.  Analisa intensitas hujan
a.  Data curah hujan jam-jaman
Data curah hujan jam-jaman didapat dari pengukur hujan otomatis (AWLR),digunakan rumus Talbot (1881), Sherman (1905), Ishiguro (1953).
b.  Data curah hujan harian (Mononobe)            
4.  Koefiesien Run Off/Limpasan (C)
5.  Luas daerah tangkapan air
6.  Waktu Konsentrasi



Dari hasil pembahasan di atas,  maka ada beberapa saran sebagai berikut:
  • Dimensi yang digunakan harus disesuaikan lagi dengan kondisi pemanfaatan lahan disekitar Jl.Prof.Dr.mokhtar Lutfi, karena banyak terjadi perubahan fungsi lahan
  • Saluran drainase perlu direncanakan lebih rendah dari bahu jalan sehingga air dari badan jalan dapat mengalir kesaluran drainase. Apabila tidak memungkinkan dapat dibuat lubang inlet di badan drainase agar air hujan tidak menumpuk di bahu jalan.
  • Saluran drainase yang rusak segera diperbaiki.
  • Perlu dilakukan pembersihan dan perawatan drainase secara berkala agar drainase tidak tersumbat.

{ 0 komentar... read them below if any or add comment }

Poskan Komentar

Silahkan komentar apa saja, mau OOT juga ga masalah, kecuali :

1. Ninggalin link hidup
2. SPAM
3. komentar dari obat bisul, dan obata2an mengerikan lainnya

hehehe....

 
Design by SEO Friendly Blogger Template redesign by Fian Syauqi